Langkah Menjajaki Situs Demokrasi

28 Februari 2017 - 15:53 WIB | mahmud |

Diskusi bulanan IRE_kecil

IRE Yogyakarta kembali mengadakan Diskusi Bulanan yang bertajuk “Peluncuran Buku Desa Situs Baru Demokrasi Lokal”. Diskusi ini diselenggarkan di Joglo Winasis Kantor IRE Yogyakarta pada Senin, 27 Februari 2017 pukul 11.30-17.00 Wib. Buku yang diluncurkan adalah output dari salah satu riset IRE yang bekerjasama dengan TIFA. Diskusi ini menghadirkan 3 Narasumber yaitu Ibu Suyatmi (Kades Umbulharjo, Sleman), Ibu Sri Budi Eko Wardani (Puskapol UI), dan Dina Mariana (Peneliti IRE). Selain itu, turut hadir Mas A.E. Priyono yang juga memberikan kata pengantar di buku ini.

Diskusi ini diawali dengan kata sambutan yang disampaikan oleh Direktur Eksekutif IRE, Bapak Sunaji Zamroni. Beliau menjelaskan buku yang tercipta ini melalui sebuah perjalanan, perdebatan, dan penelitian panjang. Buku ini lahir dengan harapan dapat berkontribusi pada pengetahuan tentang desa. Sunaji mengungkapkan mengapa desa disebut sebagai situs baru demokrasi lokal “karena desa kita anggap sebagai artefak dari peradaban peradaban pemerintah tentang demokrasi di Indonesia”.

Diskusi ini dilanjutkan dengan pemaparan hasil penelitian yang terkandung di dalam buku ini yang disampaikan oleh salah satu peneliti IRE yaitu Dina Mariana dan yang bertindak sebagai moderator adalah Rajif Driangga. Dina menjelaskan bahwa buku ini berisi tentang hasil penelitian yang berusaha menjelaskan apakah desa menjadi jawaban bagi segala kegelisahan tentang demokrasi desa. untuk itu terdapat 3 fokus studi dalam buku ini. “fokus studi dalam uku ini adalah kepemimpinan, representasi, dan inisiatif. Jelas Dina. Melalui penelitian ini, peneliti menemukan optimisme melalui UU Desa untuk membangun diskursus publik. Pemimpin membangun pemerintahan yang demokratis dan BPD mampu menjadi lembaga desa yang inklusif. Dina juga mengakui bahwa sudah banyak desa yang lebih demokratis sembari menutup paparannya.

Pembicara selanjutnya adalah Suyatmi, kepala desa Umbulharjo Kabupaten Sleman. Suyatmi adalah salah satu kepala desa yang desanya menjadi lokasi penelitian dalam buku ini. ada cerita menarik yang disampaikan oleh Suyatmi selama menjadi kepala desa yaitu dapat berjalan seiringan dan menggandeng BPD untuk mewujudkan Desa Umbulharjo yang bebas dari penampang pasir illegal dan pemanfaatan aset desa yaitu sumber mata air. Suyatmi juga dijuluki sebagai Kades Bego karena salah satu langkah tegas untuk mengambil kunci alat berat yang digunakan dalam penambangan pasir material erupsi merapi.

Adapaun pembicara terakhir yaitu Sri Wardani yang juga Peneliti Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI). Dani menjelaskan bagaimana UU Desa mengatur partisipasi warga negara dan demokrasi desa. Dani menyampaikan tantangan yang dihadapi desa yaitu perbedaan persepektif pemerintah pusat dan daerah. hal ini tentu berdampak pada desa yang harus merspon kedua kepentingan tersebut. “Desa harus merespon apa yang menjadi isu-isu nasional tentang desa. Di Daerah, pembinaan politik dan ekonomi, dan hubungan subordinasi” tegas Dani.

Diskusi ini ditutup dengan paparan A.E. Priyono yang juga sebagai penulis prolog di buku ini. salah satu poin penting yang disampaikan adalah “Reduksi terhadap demokrasi menjadi awal dari permasalahan tentang pelaksanaan UU Desa “ jelas A.E.

  1. Diskusi ini juga memberikan kesempatan sebanyak 2 kali sesi tanya jawab yang berlangsung sangat kritis. Di lain sisi, buku ini juga dibagikan secara gratis kepada 40 pendaftar pertama dalam diskusi yang dihadiri kurang lebih 80 orang. Dan pada akhir acara, disampaikan beberapa kesimpulan yang dapat ditarik dari diskusi ini oleh moderator yaitu: Hasil penelitian ini menjadi instrumen penemuan praktik-praktik demokrasi di desa, sisi positif dan sisi negatif.
  2. UU Desa juga sekaligus menaungi kegiatan-kegiatan sosial ekonomi desa melalui institusi seperti BUMDES.
  3. Penelitian ini juga membuktikan tumpang tindih regulasi yang berakibat pada keambiguan praktik pemerintahan demokrasi lokal di desa.

M.Fauzani Taufiq
Mahasiswa Magang IRE



Leave a comment:

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

*