Sunaji Zamroni

19 Januari 2015 - 06:29 WIB | admin |

Screen Shot 2015-02-04 at 11.50.41 AMLelaki berperawakan sedang ini lahir di Kota Geplak Bantul pada tanggal 3 Februari 1973. Kampung halamannya, Desa Panjangrejo Kecamatan Pundong, merupakan kawasan industri gerabah dan pertanian lahan sawah. Kampung ini ternyata menjadi jalur “cincin api” yang pada tahun 2006 memperlihatkan “keperkasaannya” dalam bentuk gempa 5,9 SR. Nama panggilan ”Naji” sering dilekatkan pada dirinya. Pendidikan dasar dan menengah dia lalui di kampungnya dan kawasan perkotaan Bantul. Minatnya kepada ilmu-ilmu social didalami melalui Program Sarjana di Jurusan Geografi Manusia Fakultas Geografi UGM (1992-1997) dan Magister Studi Kebijakan Sekolah Pasca Sarjana UGM (2004-2007).

Akhir tahun 2001, Naji resmi bergabung dengan IRE Yogyakarta. Kala memulai bergiat di LSM pengusung gagasan-gagasan kritis ini, Naji baru pula mengakhiri masa lajangnya. Awal kegiatan yang ditekuni di IRE, Naji menjadi Community Organizer (CO) di Desa Wukirsari Imogiri Bantul. Tahun-tahun berikutnya, dia memperdalam isu pembaharuan desa melalui program-program yang dikembangkan IRE, antara lain: promosi otonomi desa berbasis masyarakat (ODBM), advokasi ADD, pembaharuan perencanaan daerah, dan pelatihan-pelatihan terkait isu-isu desa. Minat dan perhatian yang mendalam terkait isu-isu kebijakan public, menyebabkan dia ditugasi lembaga untuk mengkoordinir beberapa program dan penulisan produk pengetahuan yang terkait dengan isu pembahruan kebijakan dan pembaharuan tata kelola pemerintahan. Koordinator program advokasi perencanaan dan penganggaran daerah (PBET), penulisan buku “Menabur Benih di Lahan Tandus”, “Mempertemukan Dua Hulu”, serta program maupun kontribusi penulisan buku, policy paper dan policy brief terkait isu desa, kemiskinan dan kebijakan menjadi bukti peran dan kepeduliannya.

Naji yang kini memiliki putri dan putra, sempat membagi perannya sebagai komisioner di KPU Kota Yogyakarta pada tahun 2008-2013. Pengalamannya sebagai komisioner tersebut dijadikan bekal untuk turut aktif mengembangkan lembaga dan program-program di IRE. Dalam konteks pelaksanaan UU Desa, Naji saat ini aktif menyuarakan pentingnya reformasi kebijakan daerah dan desa, guna mengamankan mandatory regulasi tersebut. Beberapa program mengawal UU Desa terus dikembangkan bersama tim peneliti IRE, termasuk aktif menyiapkan kajian kritis regulasi dan memberikan asistensi teknis kepada Pemda dan Pemdes dalam mempersiapkan Perbup Kewenangan Desa, Pengembangan Musdes, Perdes Perencanaan Desa, serta ihwal keuangan dan asset desa. Selain aktif mengembangkan program – proram di IRE, Naji juga mengembangkan diri untuk menjadi konsultan perencanaan program, penelitian advokasi dan evaluasi program. Beberapa lembaga seperti UNDP, AWO International, Kemitraan, Plan Indonesia, BP Indonesia dan LSM lokal pernah mempercayainya sebagai konsultannya.

 



Leave a comment:

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

*