Screen Shot 2021-08-16 at 18.23.24 

Pandemi Menimbulkan Kerentanan Sosial-Ekonomi di Desa 

Pandemi COVID-19 telah berdampak secara sosial dan ekonomi bagi masyarakat perdesaan. Studi yang IRE lakukan tentang Gunungkidul menunjukan bahwa Pandemi Covid-19 menimbulkan berbagai kerentanan multidimensi bagi desa, khususnya desa yang bergantung pada sektor pariwisata. Pada awal masa pandemi penutupal n 42 obyek wisata yang ada di Gunungkidul berdampak pada 3.635 pelaku wisata di desa. Sektor UMKM desa di Gunungkidul yang menjadi penggerak sektor wisata juga ikut terdampak. Ketiadaan wisatawan menyebabkan para pelaku UMKM lokal di desa tidak bisa memasarkan hasil produksi mereka. Dinas Koperasi UKM Gunungkidul mendata ada sebanyak 20.846 usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang terkena dampak penyebaran Corona. Dampak yang paling terasa yakni penurunan omzet pendapatan selama pandemi berlangsung. Selain pelaku wisata dan UMKM di desa, dampak juga turut dirasakan petani dan nelayan yang tidak dapat memasarkan hasil panen dan hasil tangkapan ikan akibat berkurangnya permintaan pasar. Arus balik pekerja yang terkena PHK dari kota pun telah menjadi beban baru bagi desa. Temuan-temuan masalah tersebut juga terkonfirmasi dalam agenda FGD yang dilakukan IRE bersama perwakilan kepala kaluarahan di Gunungkidul pada Juni 2020 (IRE:2020).

 Download Policy Brief DISINI



Leave a comment:

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

*