Screen Shot 2020-05-06 at 11.15.59Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April selalu menjadi momentum penting bagi IRE Yogyakarta untuk merefleksikan kontribusi IRE dalam menjaga lingkungan yang lestari. Sustainable Development yang juga menjadi perspektif dalam berbagai riset dan pemberdayaan masyarakat merupakan cermin dari nilai-nilai IRE dalam mendorong penguatan ekonomi, menjaga nilai sosia-budaya serta melestarikan lingkungan.

Refleksi mendalam IRE pada peringatan Hari Bumi yang ke-49 kali ini adalah pentingnya mendorong prinsip-prinsip ekologi dalam proses perumusan kebijakan yang terkait dengan desa, sebagai ruang hidup mayoritas masyarakat saat ini, agar tetap lestari dan berkontribusi pada kesejahteraan.

Hingga hari ini, belum ada kejelasan tentang nasib masyarakat dan desa adat yang memiliki kearifan dalam melestarikan lingkungan, termasuk hutan adat yang begitu mereka jaga sebagai aset penting yang harus dilestarikan demi anak cucu mereka kelak. Sebaliknya, negara memiliki kontribusi besar dalam perusakan hutan melalui serangkaian kebijakan yang berorientasi kepada pasar. Hingga hari ini, tidak sedikit hutan yang dialihfungsikan menjadi lahan atau perkebunan sawit tanpa kontrol yang ketat. IRE dalam posisi mendorong negara hadir untuk menyelesaikan problem-problem keterlanjuran sawit ini. Bukan hanya soal perhitungan antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan, melainkan juga menyelsaikan konflik lahan seperti banyak perkebunan sawit di kawasan desa yang nyaris kehilangan kewenangan dan tidak memiliki kejelasan batas desa.

FLAMMA Review edisi 55 ini hadir dengan mengangkat tema “Menjaga Kelestarian Lingkungan untuk Penghidupan Berkelanjutan di Desa”. Ada cerita tentang RPJM Desa yang peka sawit dalam arti melihat keterlanjuran sawit yang memberikan dampak ekonomi harus mampu dikontrol oleh kebijakan lokal yang memperhatikan prinsip-prinsip ekologi. Adapula cerita tentang hutan adat, politik pangan, praktek demokrasi ekonomi desa dan lain-lain, yang secara prinsip ingin menceritakan tentang praktek pembangunan berkelanjutan yang harus responsif terhadap isu ekonomi, sosial dan lingkungan.

Pemimpin Redaksi

Flamma Edisi 55 Dapat di Download DISINI



Leave a comment:

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

*