Menciptakan Peluang di Masa Pandemi

22 September 2021 - 11:38 WIB | mahmud |

WhatsApp Image 2021-09-22 at 11.28.17

Sri Kustini, seorang ibu empat anak, yang merupakan pensiunan PNS tidak ingin hidupnya leyeh-leyeh menikmati masa pensiun, justeru dimasa pensiun itulah ide-ide dikepalanya berkelindan untuk melahirkan inovasi agar hidup lebih berarti bagi keluarga dan masyarakat sekitarnya. Sebelum masa pandemi, ibu Kustini berjualan kuliner di wisata Sri Gethuk. Wisata air terjun yang cukup terkenal dan banyak disambangi para turis, baik turis lokal maupun mancanegara.

Sejak dibuka tahun 2010 Gua Rancak dan air terjun Sri Gethuk memang memberikan banyak manfaat bagi warga di Desa Bleberan, Kecamatan Playen Kabupaten Gunungkidul. Desa ini dulunya terkenal sebagai desa pengekspor pembantu rumah tangga dan pemudanya banyak yang bekerja dipabrik di Tangerang dan wilayah lain di Indonesia. Tapi sejak dua wisata andalan desa ini dibuka dan rame, para pemuda dan pembantu rumah tangga yang bekerja di luar Gunungkidul kembali ke desanya, mereka lebih memilih berjualan di desanya dibandingkan harus merantau lagi, ini karena daya tarik wisata yang cukup menjanjikan bagi kehidupan mereka.

Sri Gentuk dan Gua Rancak dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) yang dikomandani oleh Tri Harjono. Menurut Mantan Kepala desa Bleberan ini, masa jayanya Sri Genthuk dan Gua Rancak sekitar tahun 2015-2016. “Kami bisa berkontribusi ke pendapatan asli desa sebesar Rp 600 jutaaan,”ungkap mantan kepala desa sejak 1996 sampai 2014. Sejak itu Sri Genthuk mengalami masa penurunan wisatawan karena 2017 dihantam banjir besar, terpaksa dua wisata ini ditutup lebih dari sebulan, hantaman tidak hanya sampai disitu ketika wisatawan sudah mulai berdatangan lagi, kembali dua tempat wisata ini harus ditutup kembali karena pandemi Covid 19. Sejak awal 2020 itulah pendapatan dari dua wisata kebanggan warga Bleberan terjun bebas. Dampaknya tidak hanya pendapatan desa yang jelas menurun tapi juga para pekerja yang jumlahnya  100 orang harus “dirumahkan” alias menjadi pengangguran, untuk menopang kehidupan mereka kembali bertani.

WhatsApp Image 2021-09-22 at 11.28.18 (1)

Kembali ke Bu Kustini, sebagai seorang mantan PNS, kembali menjadi petani bukan suatu hal yang mudah, apalagi usia juga sudah 60 an, karena semangat untuk tetap berkarya walaupun dimasa sulit seperti pandemi ini, Sri Kustini melahirkan produk-produk lokal herbal yang dia dapat dari tumbuhan di desanya sendiri, seperti jahe merah, kunir putih, kelor dan lain-lain. “Saya melihat dimasa pandemi wisata memang lesu tapi pertanian tetap lancar, malah meningkat permintaannya, dari situlah tercetus ide untuk membuat olahan dari bahan-bahan pertanian, seperti jahe, empon-empon, kelor dan lain-lain. Bahan itu saya olah menjadi minuman herbal maka jadilah Rumah Produksi minuman herbal Sri Agung,”cerita ibu yang anak-anak sudah tidak tinggal bersama lagi karena semuanya bekerja diluar kota.

WhatsApp Image 2021-09-22 at 11.28.18

 

Cerita Bu Sri Kustini menyakinkan kepada kita bahwa pandemi tidak harus diratapi tapi justeru sebaliknya, pandemi bisa menjadi pemicu bagi kita semua untuk terus melakukan inovasi melahirkan karya yang bermanfaat untuk diri kita sendiri, keluarga dan masyarakat secara umum. Jadi tetap semangat hidup harus bearti dan bermanfaat bagi sekitar kita. Salam Sehat

Penulis : Machmud N.A



Leave a comment:

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

*