Beranda | Kontak Kami | Indonesia - English
Buletin Flamma
Sengkarut Penanggulangan KemiskinanPenanggulangan kemiskinan seolah menjadi tema abadi pembangun-an ...
Jurnal Mandatory/Buku
Untuk melihat katalog buku IRE Yogyakarta selengkapnya, silahkan mengklik link ini : http://katalog....
hibah penelitian
iklan sekretaris 2
Free PageRank Checker
Peluncuran Buku “Mempertemukan Dua Hulu;

leflet bedah buku tifa_new

 

Kemiskinan dan desa adalah dua kenyataan yang selalu beriringan. Membincang kemiskinan selalu mengkaitkan dengan fakta bahwa desa adalah kantong kemiskinan. Kantong kemiskinan pun lekat dengan wilayah yang terisolasi, tandus, dan sumberdayanya terbatas. Pandangan inilah yang dipergunakan oleh banyak kalangan, termasuk memandang Kabupaten Gunungkidul Propinsi DI Yogyakarta. Bahkan cara pandang terhadap Gunungkidul ini, menyebabkan Pemerintah Pusat selalu mengalokasikan anggaran untuk penanggulangan kemiskinan di Gunungkidul, meski tanpa usulan dari daerah tersebut. Alokasi anggaran dari Pemerintah Pusat telah mengalir deras ke desa-desa di Gunungkidul, terutama alokasi anggaran dalam bentuk skema BLM (Bantuan Langsung Masyarakat) dari Kementerian dan Lembaga. Alokasi anggaran tersebut terus meningkat setiap tahun, namun fenomena kemiskinan di Gunungkidul masih tetap menjadi masalah utama di daerah iniKemiskinan dan desa adalah dua kenyataan yang selalu beriringan. Membincang kemiskinan selalu mengkaitkan dengan fakta bahwa desa adalah kantong kemiskinan. Kantong kemiskinan pun lekat dengan wilayah yang terisolasi, tandus, dan sumberdayanya terbatas. Pandangan inilah yang dipergunakan oleh banyak kalangan, termasuk memandang Kabupaten Gunungkidul Propinsi DI Yogyakarta. Bahkan cara pandang terhadap Gunungkidul ini, menyebabkan Pemerintah Pusat selalu mengalokasikan anggaran untuk penanggulangan kemiskinan di Gunungkidul, meski tanpa usulan dari daerah tersebut. Alokasi anggaran dari Pemerintah Pusat telah mengalir deras ke desa-desa di Gunungkidul, terutama alokasi anggaran dalam bentuk skema BLM (Bantuan Langsung Masyarakat) dari Kementerian dan Lembaga. Alokasi anggaran tersebut terus meningkat setiap tahun, namun fenomena kemiskinan di Gunungkidul masih tetap menjadi masalah utama di daerah ini.


Buku ini menarasikan peristiwa dan kenyataan bahwa alokasi anggaran dari pusat yang mengalir ke sembilan desa di Gunungkidul, belum menghadirkan kesejahteraan desa. Alokasi anggaran dari pusat ke desa, ternyata tidak memperkuat kapasitas keuangan desa, tetapi justeru mempersempit diskresi desa dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Kebijakan ADD yang mulai menemukan ruhnya, harus melemah karena interupsi kebijakan cost sharing dari Pemerintah Pusat. Buku ini mengajukan argumen bahwa meskipun kemiskinan Gunungkidul bersifat natural, struktural dan kultural tetapi intervensi secara institusional merupakan pendekatan yang paling fisibel bagi penanggulangan kemiskinan. Mengapa? Buku ini memberikan keyakinan bahwa Gunungkidul mempunyai pemerintahan yang memerintah, mampu merumuskan kebijakan, serta memiliki SDM, teknologi, tanah, hutan maupun anggaran yang bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk menanggulangi kemiskinan. Negara tidak boleh menyerah pada alam (natural) dan kelembaman kultural atau meng-kambinghitamkan pada kondisi alam (natural) dan kultural untuk memaklumi kemiskinan di Gunungkidul. Negara bisa melakukan reformasi aset dan akses sebagaimana direkomendasikan oleh kaum strukturalis. Negara bisa membuat kebijakan dan alokasi anggaran yang membuat pendidikan dan kesehatan lebih pro poor atau yang mudah diakses oleh kaum miskin.

 

Buku ini akan diluncurkan pada :

 

Hari                 : Senin

Tanggal           : 17 Oktober 2011

Waktu             : 09.00 s/d 12.00 Wib

 

Pembicara       :  1. Hj Badingah (BupatiGunung Kidul)*

 

                         2. Mickael B. Holman (Tifa Foundation)

 

                         3. AAGN. Ari Dwipayana (Fisipol UGM)

 

                         4. Sunaji Zamroni (Editor Buku)

 

Moderator       : Maryam Fithriati(Riset Fellow IRE)

 

Tempat           : Joglo Winasis (Kompleks kantor IRE Yogyakarta) dengan alaman; Dusun Tegalrejo RT

                        01/RW 09, Desa Sariharjo, Kec. Ngaglik, Jln. Palagan Tentara Pelajar Km. 9,5 Sleman, tlp  

                       (0274) 867686 Yogyakarta 55581.

 

NB :

      * Dalam Konfirmasi

  • Setiap peserta akan mendapatkan Buku yang diluncurkan
  • Undangan terbatas untuk pemberitahuan di web maksimal 25 orang.Pendaftar dipersilahkan untuk melakukan konfirmasi ke saudara Machmud atau Sdri.Tia di no. Tlp : (0274) 867686 atau sms ke no. 02747482091.

 

Dipublikasikan › 12-10-2011 | Dilihat › 305 kali
Kembali Ke Atas Kembali Ke Atas

Komentar

   Nama ( harus diisi )
   Email ( tidak akan disebar-luaskan ) ( harus diisi )
   Website
      Kode Verifikasi ( harus diisi )