Pada akhir 2011 lalu, tepatnya pada 29-30 Desember, IRE mengadakan diskusi awal hasil desk study yang telah dilakukan para peneliti IRE. Selain para peneliti, hadir pula tim ahli program yakni Sutoro Eko, Bambang Hudayana dan Krisdyatmiko serta perwakilan dari ACCESS yakni Farid Hadi. Diskusi ini dimaksudkan sebagai upaya mempelajari dan mereview informasi dan data sekunder terkait implementasi program ACCESS di wilayah Indonesia Timur. Studi dokumen ini merupakan langkah awal stock taking study yang sedang dilakukan IRE dengan dukungan ACCESS pada program bertajuk “National Influencing: Manfaat Program ACCESS terhadap Kemandirian Desa dan Penanggulangan Kemiskinan di Indonesia.”
Selama satu bulan terakhir ini, para peneliti IRE disibukkan dengan tumpukan dokumen berisi laporan, cerita, informasi program serta aktivitas yang dilakukan berbagai NGO di wilayah Indonesia Timur. Studi literatur ini bermaksud mengumpulkan data atau informasi awal yang berkaitan dengan tema kemandirian desa dan penanggulangan kemiskinan. Data atau dokumen tersebut dihimpun dari stakeholder kabupaten-kabupaten Mitra ACCESS dan NGO-NGO yang selama ini bermitra dengan ACCESS di wilayah Indonesia Timur yang mencakup 4 provinsi dan 16 kabupaten yakni Provinsi Selawesi Tenggara (Baubau, Muna, Buton dan Buton Utara), Provinsi Sulawesi Selatan (Janeponto, Bantaeng, Takalar dan Gowa), Provinsi Nusa Tenggara Barat (Bima, Dompu, Lombok Tengah dan Lombok Barat) dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (Kupang, Timor Tengah Selatan, Sumba Barat dan Sumba Timur).
Pasca studi dokumen ini, para peneliti akan melakukan pendalaman studi kasus di lapangan sebagai ikhtiar menemukan mutiara yang akan digunakan sebagai input regulasi desa maupun penanggulangan kemiskinan di Indonesia. Mutiara yang dimaksud merupakan abstraksi atau makna atas cerita perubahan yang dihasilkan oleh program ACCESS di 16 kabupaten di wilayah Indonesia Timur. Harapannya, mutiara ini bisa memperkaya input untuk RUU Desa. Mutiara-mutiara pengalaman terkait kemandirian yang dilakukan ACCESS bersama mitra masyarakat sipil di Indonesia bagian timur sangat penting untuk diangkat untuk transformasi kebijakan nasional penanggulangan kemiskinan dan RUU Desa.
M. Zainal Anwar
Publikasi program IRE-ACCESS



Berita Lainnya