Beranda | Kontak Kami | Indonesia - English
Buletin Flamma
Regulasi untuk (Warga) DesaAkhirnya kepastian UU Desa terjawab. Setelah tujuh tahun menanti, kini pe...
Jurnal Mandatory/Buku
KATA PENGANTAR REDAKSITahun 2010 lalu publik dibikin marah oleh ulah Menteri Sosial Salim Segaf Al-J...
Denah IRE
Leaflet Sekolah Desa01
Leaflet Sekolah Desa02
Keluarga Besar IRE
Aksi Menolak Pilkada Tidak Langsung
Free PageRank Checker
Berburu Mutiara Desa di Indonesia Timur

 

 

story telling 01

Pada medio Februari 2012 lalu, tim peneliti IRE yang tergabung dalam program riset “National Influencing: Manfaat Program ACCESS terhadap Kemandirian Desa dan Penanggulangan Kemiskinan di Indonesia” hasil kerjasama IRE Yogyakarta dengan ACCESS Ausaid melakukan riset lapangan di beberapa daerah di Indonesia Timur. Setelah kegiatan tersebut, pada tanggal 6-7 Maret 2012, peneliti utama, peneliti lokal, tim ahli hingga manajemen program berkumpul dalam acara Workshop Story Telling dan Hasil Penelitian Lapangan yang diselenggarakan di Hotel Santika Yogyakarta.


Berbagai sumber inovasi desa terungkap perlahan. Penggalian potensi dan gerakan pemberdayaan kemandirian desa difokuskan pada desa yang berada di 4 provinsi dan 16 kabupaten di Indonesia yakni Provinsi Sulawesi Tenggara; meliputi desa di Kabupaten Baubau, Muna, Buton, dan Buton Utara, Provinsi Sulawesi Selatan; meliputi desa di Kabupaten Janeponto, Bantaeng, Takalar, dan Gowa, Provinsi Nusa Tenggara Barat; meliputi desa di Kabupaten Bima, Dompu, Lombok Tengah dan Lombok Barat, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur; meliputi desa di Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Sumba Barat dan Sumba Timur.


Satu-persatu para peneliti ahli didampingi peneliti lokal mempresentasikan temuan menarik di tempat penelitian masing-masing. Sesekali terlihat canda tawa, namun tidak jarang dari wajah “pemburu mutiara desa” tersebut saling memberi masukan serius terkait fokus temuan di lapangan dan analisa kemandirian desa. “Mutiara desa atau lesson learned dari kebangkitan desa dapat menjadi tata laksana perencanaan RUU Desa. Tidak semua cerita menarik dapat menjadi isu strategis. Sebaliknya isu strategis (mengenai kebangkitan desa) tidak hanya menjadi cerita menarik, namun dapat pula menjadi mutiara menawan yang dapat dijadikan rekomendasi ke atas (pemerintah pusat),” ujar Krisdyatmiko, peneliti ahli IRE, di sela-sela diskusi.

 

story telling_02

Hal senada juga diungkapkan Arie Sudjito, manajer program dan peneliti senior IRE, yang menjelaskan bahwa upaya mutiara desa yang dimaksud bisa terlihat pada beberapa aspek  salah satunya ialah perencanaan paritisipatif antara masyarakat desa, aparat desa, dan pemerintah kecamatan hingga pusat. “Keterlibatan masyarakat merupakan esensi utama dalam pembangunan desa. Desa yang berkembang dan mandiri dapat menjadi tiang kebangkitan bangsa,” tandas Arie.

 

Dalam kesempatan lain dipaparkan hasil temuan bangkitnya desa bersama-sama masyarakat. Seperti halnya dikemukan Puji Qomariah, peneliti IRE di Takalar dan Gowa/Provinsi Sulawesi Selatan. Puji mengatakan bahwa keterlibatan masyarakat sangat penting demi mewujudkan desa mandiri. Puji yang ditemani peneliti lokal dari Gowa dan Takalar memaparkan bahwa keterbatasan akses warga tidak menyurutkan semangat kemandirian desa, misalnya di desa Soreang, Kecamatan Mappakasungu, Kabupaten Takalar. “Keterlibatan warga dalam pembangunan desa dapat dilihat, misalnya dalam musyawarah desa yang melibatkan seluruh elemen masyarakat mulai dari kepala desa dan aparatnya, BPD, LPM, kadus, Imdus, Imdes, pemuda, kader Desa, perempuan dan orang miskin serta SKPD (Disperindag dan Dinas Koperasi dan UMKM),” ungkap Puji.


Lebih lanjut ia mengisahkan bagaimana keterlibatan perempuan dalam pembangunan desa. “Di dalam penentuan struktur KPM pelibatan perempuan lebih banyak dari pada laki-laki, perbandingannya adalah 1 laki-laki dan 2 perempuan di tiap divisi struktur, kesepakatan ini sudah menjadi hukum yang tak tertulis di masyarakat desa Soreang. Hal ini juga dimaksudkan agar keterlibatan perempuan dalam pembangunan agar lebih aktif disamping membantu suaminya yang sedang mencari nafkah di laut,” lanjut Puji.   

 

Dalam workshop tersebut dipaparkan beberapa temuan mutiara yang berkembang di desa-desa tempat penelitian. Acara tersebut merupakan rangkaian dari kerjasama ACCESS dan IRE sebagai upaya memberi input terhadap RUU Desa yang saat ini tengah menjadi perbincangan banyak pihak.

 

Mohamad Fathollah, reporter FLAMMA

Dipublikasikan › 13-03-2012 | Dilihat › 2728 kali
Kembali Ke Atas Kembali Ke Atas

Komentar

suhatnam » 15-03-2012 09:31:15 :

semangat.. salam ire
suhatnam » 15-03-2012 09:28:54 :

semangat.. salam ire
   Nama ( harus diisi )
   Email ( tidak akan disebar-luaskan ) ( harus diisi )
   Website
      Kode Verifikasi ( harus diisi )