Flamma Review 41

03 Juli 2015 - 15:13 WIB | admin |

FLAMMA REVIEW 42 SIAP CETAKFlamma di tangan Anda ini adalah Flamma edisi baru. Mengapa saya sebut edisi baru? Karena mulai kali ini Flamma akan berubah style. Jika sebelumnya Flamma dikemas dalam bentuk bulletin dengan rubric beragam, kali ini dan selanjutnya Flamma akan menjadi Flamma Review. Isi Flamma Review sebagian besar adalah artikel yang merespons isu-isu actual. Artikel yang kami sajikan sebisa mungkin akan kami kemas secara renyah, menggunakan bahasa popular, namun tanpa meninggalkan kaidah ilmiah dan kualitas substansinya.

Untuk edisi perdana ini kami mengangkat tema uang dalam pemilu. Kita tahu, pemilu legislative yang berlangsung beberapa waktu lalu telah dinodai dengan relasi transaksional antara calon anggota legislative dengan para pemilih. Dalam transaksi tersebut, uanglah yang menjadi panglima paling menentukan. Kita pasti mengharapkan bukan relasi seperti itu yang mestinya terjadi antara calon anggota legislative dengan para pemilih. Kita tentu mengharapkan para pemilih dan calon anggota legislative saling bertukar pikiran, tukar gagasan, mempertemukan nilai, visi, lantas kemudian menyepakati program-program yang mesti diperjuangkan sang legislator nantinya.

Beroperasinya uang dalam Pemilu Legislatif tahun 2014 ini sudah tanpa tedeng aling-aling lagi. Ibaratnya, transaksi tidak hanya terjadi di kamar dan ruang-ruang tertutup saja, namun sudah meluber di pinggir-pinggir jalan. Para pelakunya juga sudah tidak memiliki rasa malu ketika harus tawar-menawar harga suara. Sementara para penyelenggara dan aparat pengadil seperti tidak tahu mesti berbuat apa.

Kita tentu belum tahu kinerja legislator terpilih. Namun jika melihat proses pemilihanya minus etika, kira-kira seperti itu pulalah kinerja mereka nantinya. Tidak punya etika.

Selamat membaca

Redaksi Flamma Review

Download Flamma Review 41



Leave a comment:

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

*